Friday, 8 April 2016

Review Novel Travelers' Tale



[Very late post]
Jakarta, Wednesday, June 20, 2007
18:02

Review Novel Travelers’ Tale
Belok Kanan: Barcelona!
(A novel by Adhitya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidajat, and Ninit Yunita)

Berkisah tentang empat sahabat yang tinggal saling berjauhan di luar negeri. Cinta menjadi tema utama dari novel ini selain travelling of course. Dari keempat tokoh di dalam novel ini hampir saja membentuk cinta segi empat kalau saja Retno menaruh hati pada Jusuf.

Kisah cinta yang hampir segi empat ini terjalin seperti ini: 

 
Tuh kan hampir segi empat kalo saja Retno naksir Jusuf. Keempatnya memendam cintanya masing-masing. Tidak tahan lagi memendam cinta untuk kekasih hati, keempatnya berjanji bertemu di Barcelona untuk menghadiri pernikahan Francis dengan Inez, gadis Spanyol (tadinya). Alih-alih menghadiri pernikahan Francis keempatnya malah berencana bertemu untuk mengungkapkan cintanya masing-masing pada orang yang mereka cintai. Dari sini kita diajarin untuk never give up untuk bilang cinta sama orang yang kita cintai walopun harus mengelilingi setengah dunia. Never give up to say love to someone that we love, itu intinya.

Francis berkarakter cool, calm, serius, plin-plan dan romantis. Retno anggun, sopan, naïf dan muna. Farah lucu, cute, agak kekanak-kanakkan, dan pesimis. Jusuf konyol, ngocol abis, kelewat Pede, dan narsis.

Sisi unik pada novel ini terletak pada perjalanan keempat tokoh menuju Barcelona dari negaranya masing-masing. Jusuf yang berangkat dari Cape Town, Afrika Selatan, sempat terjebak perang saudara di Abidjan (Cote d’Ivore = Pantai Gading), disangka kelompok Al-Qaeda oleh petugas imigrasi Spanyol, dan ia juga sempat mampir ke bar gay di La Rambla Barcelona. Farah yang berangkat dari Hoi An, Vietnam, harus mengirit ongkosnya agar sampai dengan selamat sentosa di Barcelona. Di pejalanan ia bertemu backpakers lainnya yang dengan baik hati menawarkan penginapan dan transportasi gratis serta pengalaman traveling yang priceless. Retno yang tinggal di Koppenhagen, Denmark bertamasya dulu keliling Eropa sebelum akhirnya sampai di Barcelona. Ia mengkisahkan Amsterdam sebagai the Sin City (Kota Dosa), Italia yang eksotis dan romantis, de el el. Francis sang pianis yang berangkat dari New York City, lebih banyak mengkisahkan kehidupan urban Kansas City dan New York City.

Kalo mo tahu tempat-tempat menarik di setengah lingkaran dunia tanpa harus buang banyak uang maka novel ini ada di urutan pertama untuk patut dan perlu dibaca.

Unsur komedi tidak pernah ketinggalan jika ada nama Adhitya Mulya. Si “Jomblo” ini selalu lengkap dengan gaya komedi segar dan spontaniousnya.

Yang bikin rada mumet adalah beralih dari cerita satu tokoh ke tokoh lainnya secara kita udah enjoy baca perjalanan tokoh Retno, misalnya, trus di bab selanjutnya pindah ke perjalanan Francis. Di sini kita mesti ingat si Francis terakhir lagi di mana yah, lagi ngapain yah? Terus juga misspelling masih terjadi di sana sini, which is masih bisa dimaklumi.

Satu sih yang kayaknya asik kalo disertakan di novel ini, peta bo’. Secara gw udah lupa letak negara-negara di Afrika dan Eropa yah rada bingung juga ketika harus menelusuri perjalanan masing2 tokoh. Oiya, satu lagi novel ini juga berisi tips and tricks for traveling.

Anyway, novel ini patut diacungin jempol, karakter keempat tokohnya dijalin dengan kompak dan konsisten. Endingnya? Endingnya worth it, khususnya untuk Jusuf...heheh...

So, kalo mo beli novelnya, udah tersedia banyak di toko buku. Tebalnya 398 halaman. Penerbitnya Gagas Media. Harganya 40rb rupiah*.

Cheers

*Harga novelnya ya bukan harga penerbitnya.. [itu harga tahun 2007 ya]

No comments:

Post a Comment