Friday, 8 April 2016

Review Film Jomblo



[Very late post]
Jakarta, October 19, 2006
22:37



Barusan gw selesai nonton film Jomblo. Adik gw yang baik hati meminjamkan VCD yang dipinjamnya dari temannya yang rumahnya tidak jauh dari rumah kami dan katanya adik gw VCD itu mau dibalikin besok (gak penting amat diceritain semua...hehe..). Emang sih udah rada basi, ngereview nih pilem sekarang. Iya, iya, gw ngaku deh jarang nonton pilem. Males bo’, secara ngantri di bioskop udeh gitu mahal pula, kalo sering-sering bisa-bisa cash outflow gw deras banget nanti.

Btw, sebagai penggemar novel Aditya Mulya, gw udah baca lengkap tuh novel Jomblo. Ternyata seperti kebanyakan komentar orang bahwa novel selalu lebih lengkap dan greget daripada filmnya, itu juga yang gw pikirin selama dan sesudah nonton Jomblo. Tapi secara keseluruhan boleh lah film Jomblo diacungin jempol. Mungkin kalo untuk orang yang belum baca novelnya akan lebih merasa excited.

Karakter Agus Gurniwa lebih terasa sundanya di novel (malah Rita yang membantu penampakan karakter Agus lebih sundanese), Bimo lebih hidup di film, Olivian Iskandar mirip sekali dengan yang di novel, dan Doni emm... ganteng sih, tapi kok terdengar lebih serius di film ya.

Kata “A****g” seringkali terucap sepanjang film dan gw ragu apakah kata yang sama sering tertulis di novelnya. Entah pertimbangan apa yang membuat kata yang disalahgunakan itu tidak disensor. Walaupun gw bukan pengamat dunia perfilman tapi menurut gw film punya filosofi yang salah satunya mengantarkan nilai-nilai kebaikan kepada khalayak. Di satu sisi penuturan kata “A****g” memang terdengar kurang etis tapi bukan berarti Film Jomblo tidak membawa nilai-nilai. Film Jomblo rupanya cukup berhati-hati dalam mentranskripsikan novel Jomblo. Tidak semua cerita dipaparkan dalam film. Salut, untuk adegan Lani yang menempelkan tulisan di pintu kamar kostnya, “Agus, I’m sorry you’re too special..”. Lalu Agus yang sedang berada di persimpangan jalan membuang sesuatu yang sebaiknya dibuang sebelum digunakan daripada digunakan sebelum waktu yang direstui. (haha...bingungin gak tuh bahasa gw, susah bo’ harus hati-hati ngomongnya, tau kan profesi gw apa, masih pelajar kok...kalo gak percaya liat KTP gw aja...hehehe...). Adegan Lani dan Agus itu 180 derajat berbeda dari cerita asli novelnya. Mungkin inilah salah satu nilai yang hendak dituturkan oleh film Jomblo ini.

Gw gak tau ya kenapa nih film kurang sentuhan natural view daerah Bandung yang spektakuler. Sewaktu Agus mengajak Lani ke bukit untuk merasakan embun di pagi hari, gw tuh sempat ngebayangin kalo bukitnya bakal hijau, asri, indah, pokoknya menyentuh hati yang terdalam deh. Tapi ternyata bukitnya itu biasa aja dan gak hijau segar gitu, malah keliatan tanah merahnya. View yang begini kurang sedap dan kurang memberikan sentuhan roman di adegan itu.

Improvisasi banyak dilakukan disepanjang film. Seperti, adegan Bimo sebagai Gatot Kaca dan logat Italiano atau Espanyola yang dilontarkan keempat sahabat karib itu, Donito, Oliviano, Sinyo Agusto, dan Bimo (apa ya gw lupa sebutan untuk Bimo). Oya, kata Jomblo pun mereka pronounce “Homblo”. Improvisasi yang kreatif. Gw rasa film Jomblo tidak ingin membuat penontonya pulang dengan tanda tanya. Buktinya di akhir film, ke-empat karakternya, Agus, Doni, Bimo dan Oliv mempunyai ending yang cukup melegakan. Bila Anda membaca novelnya, Anda akan dibiarkan bebas merangkai ending ke-empat karakter Jomblo. Rupanya film Jomblo cukup pengertian terhadap penonton.

Keunggulan film Jomblo yang paling unggul menurut gw adalah komedinya yang segar, spontanious, dan kreatif abis. Dijamin lo bakal banyak ketawa sepanjang film.

Sebaiknya persiapkan diri Anda dengan pengetahuan cinta dan persahabatan yang cukup sebelum menonton film ini. Ada hal-hal yang mungkin kita agree atau disagree dalam film ini. Filosofi-filosofi cinta dan persahabatan yang dipaparkan di sini sebaiknya dikembalikan kepada prinsip masing-masing. Last comment, Film Jomblo layak tonton dan perlu.

(Sori kalo ada beberapa kalimat2 yang rada blur dan sulit dimengerti. Pembaca blog biasanya dari berbagai kalangan dan umur. Gw harus hati-hati membahasakan ini semua. Btw, kalo ada yang mau komentar atau kasih saran, sok atuh, monggo mawon, silakan...)


23:41

No comments:

Post a Comment