[Very late post]
Jakarta, October
19, 2006
22:37
Barusan gw
selesai nonton film Jomblo. Adik gw yang baik hati meminjamkan VCD yang
dipinjamnya dari temannya yang rumahnya tidak jauh dari rumah kami dan katanya
adik gw VCD itu mau dibalikin besok (gak penting amat diceritain
semua...hehe..). Emang sih udah rada basi, ngereview nih pilem sekarang. Iya,
iya, gw ngaku deh jarang nonton pilem. Males bo’, secara ngantri di bioskop
udeh gitu mahal pula, kalo sering-sering bisa-bisa cash outflow gw deras banget
nanti.
Btw, sebagai
penggemar novel Aditya Mulya, gw udah baca lengkap tuh novel Jomblo. Ternyata
seperti kebanyakan komentar orang bahwa novel selalu lebih lengkap dan greget
daripada filmnya, itu juga yang gw pikirin selama dan sesudah nonton Jomblo.
Tapi secara keseluruhan boleh lah film Jomblo diacungin jempol. Mungkin kalo
untuk orang yang belum baca novelnya akan lebih merasa excited.
Karakter Agus
Gurniwa lebih terasa sundanya di novel (malah Rita yang membantu penampakan
karakter Agus lebih sundanese), Bimo lebih hidup di film, Olivian Iskandar
mirip sekali dengan yang di novel, dan Doni emm... ganteng sih, tapi kok
terdengar lebih serius di film ya.
Kata “A****g”
seringkali terucap sepanjang film dan gw ragu apakah kata yang sama sering tertulis
di novelnya. Entah pertimbangan apa yang membuat kata yang disalahgunakan itu
tidak disensor. Walaupun gw bukan pengamat dunia perfilman tapi menurut gw film
punya filosofi yang salah satunya mengantarkan nilai-nilai kebaikan kepada
khalayak. Di satu sisi penuturan kata “A****g” memang terdengar kurang etis
tapi bukan berarti Film Jomblo tidak membawa nilai-nilai. Film Jomblo rupanya
cukup berhati-hati dalam mentranskripsikan novel Jomblo. Tidak semua cerita
dipaparkan dalam film. Salut, untuk adegan Lani yang menempelkan tulisan di
pintu kamar kostnya, “Agus, I’m sorry you’re too special..”. Lalu Agus yang
sedang berada di persimpangan jalan membuang sesuatu yang sebaiknya dibuang
sebelum digunakan daripada digunakan sebelum waktu yang direstui. (haha...bingungin
gak tuh bahasa gw, susah bo’ harus hati-hati ngomongnya, tau kan profesi gw
apa, masih pelajar kok...kalo gak percaya liat KTP gw aja...hehehe...). Adegan
Lani dan Agus itu 180 derajat berbeda dari cerita asli novelnya. Mungkin inilah
salah satu nilai yang hendak dituturkan oleh film Jomblo ini.
Gw gak tau ya
kenapa nih film kurang sentuhan natural view daerah Bandung yang spektakuler.
Sewaktu Agus mengajak Lani ke bukit untuk merasakan embun di pagi hari, gw tuh
sempat ngebayangin kalo bukitnya bakal hijau, asri, indah, pokoknya menyentuh
hati yang terdalam deh. Tapi ternyata bukitnya itu biasa aja dan gak hijau
segar gitu, malah keliatan tanah merahnya. View yang begini kurang sedap dan
kurang memberikan sentuhan roman di adegan itu.
Improvisasi
banyak dilakukan disepanjang film. Seperti, adegan Bimo sebagai Gatot Kaca dan
logat Italiano atau Espanyola yang dilontarkan keempat sahabat karib itu,
Donito, Oliviano, Sinyo Agusto, dan Bimo (apa ya gw lupa sebutan untuk Bimo).
Oya, kata Jomblo pun mereka pronounce “Homblo”. Improvisasi yang kreatif. Gw rasa film Jomblo tidak ingin
membuat penontonya pulang dengan tanda tanya. Buktinya di akhir film, ke-empat
karakternya, Agus, Doni, Bimo dan Oliv mempunyai ending yang cukup melegakan.
Bila Anda membaca novelnya, Anda akan dibiarkan bebas merangkai ending ke-empat
karakter Jomblo. Rupanya film Jomblo cukup pengertian terhadap penonton.
Keunggulan film
Jomblo yang paling unggul menurut gw adalah komedinya yang segar, spontanious,
dan kreatif abis. Dijamin lo bakal banyak ketawa sepanjang film.
Sebaiknya
persiapkan diri Anda dengan pengetahuan cinta dan persahabatan yang cukup
sebelum menonton film ini. Ada hal-hal yang mungkin kita agree atau disagree
dalam film ini. Filosofi-filosofi cinta dan persahabatan yang dipaparkan di
sini sebaiknya dikembalikan kepada prinsip masing-masing. Last comment, Film
Jomblo layak tonton dan perlu.
(Sori kalo ada
beberapa kalimat2 yang rada blur dan sulit dimengerti. Pembaca blog biasanya
dari berbagai kalangan dan umur. Gw harus hati-hati membahasakan ini semua.
Btw, kalo ada yang mau komentar atau kasih saran, sok atuh, monggo mawon,
silakan...)
23:41
No comments:
Post a Comment