The Devil Wears
Prada simply means “Setan” yang Mengenakan Prada. David Frankel, sang sutradara
rupanya piawai dalam memperkenalkan “The Devil” that wears Prada. Penampakan
awal “setan” yang mengenakan Prada pada film ini begitu mewakili; Miranda
Priestly (Meryl Streep) keluar dari Mercedes Benz dengan jaket bulu hitam dan
menenteng tas putih bermerk Prada. Jaket bulu hitam yang elegan dan tas putih
Prada benar-benar menyampaikan kepada
penonton siapakah si “Devil” dalam film ini. Sosok Miranda Priestly begitu
disegani oleh siapapun yang berurusan dengannya. Ia seorang perfeksionis yang
diktator. Semua harus sesuai dengan keinginannya. Jika ia menginginkan A maka
ia harus mendapatkan A yang benar-benar A, bahkan A+. Pengenalan sosok Miranda begitu jelas, ketika
karyawannya panik begitu tahu Miranda segera datang ke kantor. Semuanya
bergegas merapikan diri dan barang-barang supaya semua terlihat rapih.
Film ini berkisah
tentang perjalanan karir Andrea Sachs, yang diperankan Anne Hathaway. Andrea
atau Andy adalah seorang jurnalis muda yang baru saja lulus dari kuliahnya yang
tentu saja penuh dengan idealisme dan begitu percaya diri. Berbekal pengetahuan
minim tentang fashion, ia melamar sebagai asisten penerbitan majalah pemimpin
redaksi Runway (majalah fashion yang paling berpengaruh di Amerika Serikat).
Penampilannya yang lugu dan tidak up-to-date membuat ia dicemooh orang-orang
Runway yang melihatnya sepintas lalu. Tetapi kepercayaannya kepada dirinya
sendiri dan menjadi apa adanya membuat Miranda, secara tak terduga, menerimanya
sebagai asisten. Mungkin kalimat Andy berikut yang membuat Miranda tertarik
untuk menerimanya, “ I know I don’t fit in here. I’m not skinny and glamorous
and I don’t know that much about fashion but I’m smart. I learn fast and I will
work very hard.”
Majalah Runway
punya reputasi yang sangat baik. Designer-designer begitu mendengarkan komentar
Miranda. Pekerja Runway adalah orang-orang yang stylish dan fashionable. Andy adalah gadis yang kurang
melek fashion dan ia enggan mengubah gayanya. Di awal pekerjaannya, dia
berpikir tidak akan mengikuti gaya Runway. Ia begitu idealis, dia adalah sepenuhnya
dia lengkap dengan gayanya dan ia berharap orang-orang bisa menerimanya apa
adanya, begitu pikirnya. Masalah demi masalah ia hadapi di awal pekerjaannya,
seperti ia gagal memenuhi permintaan Miranda untuk dipesankan tiket pesawat di
saat cuaca buruk dan tidak ada penerbangan. Inilah titik balik Andy. Ia begitu
terpukul dan tersentuh ketika Miranda berkata ia kecewa Andy tidak dapat
memenuhi permintaannya dan ia ragu kalau Andy sungguh-sungguh pada
pekerjaannya.
Dengan dibantu
Nigel, penata busana Runway, Andy lalu mengubah penampilannya seperti
kebanyakan gadis-gadis pekerja Runway, menjadi stylish, elegant and sexy. Ia
mulai menyatu dengan alam Runway yang demanding, stylish and elegant. Ia dapat
memenuhi permintaan Miranda bahkan ia memberi lebih. Miranda puas tetapi ia
tidak pernah begitu saja menguji Miranda. Ia orang yang pelit pujian tetapi ia
memberi reward langsung berupa kepercayaan lebih kepada Andy dengan mengajaknya
ke Perancis melihat peragaan busana, kesempatan langka untuk orang-orang Runway
yang terpilih.
Andy mulai sukses
dalam pekerjaannya tetapi sukses itu harus ia bayar dengan terganggunya hubungannya
dengan kekasihnya, Nate (Adrian Granier). Kesibukan Andy membuat komunikasinya
dengan Nate memburuk. Perjalanan Andy bersama Miranda ke Paris membuka
pikirannya tentang apa yang ia kejar dalam hidupnya. Miranda dan Andy saling
tukar pikiran. Andy tahu bagaimana cara pandang Miranda terhadap pekerjaannya.
Seketika itu juga Andy tahu apa yang ia kejar dalam hidupnya, karir atau
impiannya?
Hm..penasaran
gimana endingnya? Tonton aja DVDnya sendiri..hehe.. Dijamin gak nyesel. Sampai jumpa
di film lain...
Cheers
[very late post]
Wednesday,
December 13, 2006, 22:51
No comments:
Post a Comment